Kementerian Riset dan Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga melalui program kerja Readiness in English for Succes ELPT (RISE) Airlangga bekerja sama dengan Pusat Bahasa (PUSBA) Universitas Airlangga, menyelenggarakan Short Course persiapan English Language Proficiency Test (ELPT).
Airlangga Sharia & Entrepreneurship Education Center (ASEEC) Tower Lantai 7, di Kampus B Universitas Airlangga, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan tersebut selama dua hari, Kamis-Jum’at (18-19/09/2025).
ELPT merupakan salah satu prasyarat yudisium bagi mahasiswa UNAIR sekaligus menjadi kebutuhan akademik internasional, seperti pertukaran pelajar maupun pendaftaran konferensi.
Menteri Riset dan Keilmuan BEM UNAIR, Balqis Saila Sufa Al Zakiyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pelatihan intensif kepada mahasiswa untuk menghadapi tes ELPT.
“Kami hanya membuka 50 peserta untuk mengikuti kegiatan ini, harapannya agar pelatihan yang diberikan lebih intensif dan membawa dampak nyata. Dengan jumlah yang terbatas, instruktur dapat lebih fokus mendampingi mahasiswa dengan lebih optimal,” jelasnya.
Izzatur Refa, selaku Dirjen Akademik dan Prestasi, mengapresiasi semangat mahasiswa.
"Saya sangat mengapresiasi semangat teman-teman mahasiswa yang ikut dalam program ini. Dalam waktu dua jam saja, kuota 50 peserta sudah terpenuhi. Itu menunjukkan keinginan yang kuat untuk belajar dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris," ujarnya.
Ia juga berpesan agar peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
Dua Hari Pelatihan ELPT dengan Strategi Lengkap dan Interaktif

Peserta RISE Airlangga x PUSBA Unair dalam sesi pelatihan (Sumber: Dokumentasi Panitia)
Pada hari pertama, Kamis (18/9/2025), Dwi Rahayu, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi seputar Listening. Ia menekankan strategi memahami inti percakapan dan mengantisipasi keragaman aksen bahasa Inggris.
Sesi kedua dilanjutkan pada Jumat (19/9/2025) oleh Rani Yuni Astiti, S.S., M.Hum. yang membahas Structure and Written Expression. Peserta diajak memahami pola gramatikal serta cara cepat mengidentifikasi kesalahan kalimat.
Masih di hari yang sama, sesi terakhir diisi oleh Diyah Puspitaningsih, S.S., M.Ed. yang mengupas Reading Comprehension. Peserta dibimbing untuk menguasai teknik membaca cepat sekaligus menemukan jawaban akurat tanpa harus memahami seluruh teks.
Selama dua hari, kegiatan berlangsung interaktif dengan durasi sekitar dua jam setiap sesi.
Panitia juga menyiapkan ice breaking berupa kuis singkat untuk menjaga konsentrasi peserta. Acara resmi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga, dilanjutkan dengan sambutan, serta ditutup dengan penyerahan plakat kepada PUSBA UNAIR dan sesi foto bersama.
Langkah Awal Mahasiswa Menuju Kompetensi Global
Ketua Pelaksana, Ayla Tasya, menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat dan menekankan pentingnya program ini bagi peserta.
“Semoga program kolaborasi ini bisa menjadi langkah awal yang baik dan bisa melahirkan mahasiswa yang kompeten dan siap bersaing di tingkat mahasiswa nasional maupun internasional, serta memberikan manfaat yang baik bagi kita semua,” ujarnya menutup sambutan.
Kegiatan ini tercatat mendukung peningkatan kapasitas akademik mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari langkah awal dalam membekali mahasiswa agar kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, ke depannya Kementerian Riset dan Keilmuan BEM Universitas Airlangga akan terus berkomitmen menghadirkan pelatihan-pelatihan akademik untuk mahasiswa.