FORNASOSMAS 2025 bukan sekedar ajang seremonial, melainkan ruang kolektif yang sarat dengan semangat perubahan dan pengabdian. Kegiatan ini mengangkat berbagai isu strategis, menetapkan kepengurusan baru, serta memperkokoh koordinasi antar wilayah dalam kerangka gerakan sosial mahasiswa yang lebih inklusif dan berdampak luas.
Pembahasan Piagam Dandelion: Meneguhkan Komitmen Kolektif
Salah satu agenda utama dalam forum ini adalah pembahasan dan pengesahan Piagam Dandelion. Piagam ini menjadi landasan nilai dan arah gerak FORNASOSMAS sebagai gerakan sosial mahasiswa yang progresif, berkeadilan, dan berpihak pada masyarakat. Nama “Dandelion” diambil sebagai simbol ketangguhan dan daya sebar yang kuat, menggambarkan semangat mahasiswa dalam menyebarkan nilai-nilai pengabdian di tengah tantangan zaman.
Isi piagam mencakup prinsip-prinsip dasar gerakan sosial mahasiswa yang berorientasi pada pemberdayaan, kolaborasi lintas sektoral, advokasi isu-isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan, serta komitmen pada keadilan struktural. Piagam ini juga menjadi payung nilai bersama yang mengikat seluruh BEM se-Indonesia dalam gerak langkah yang sinergis dan visioner.
Evaluasi Kinerja dan LPJ Pengurus Sebelumnya
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, forum ini juga menjadi ruang evaluasi melalui pemaparan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh pengurus inti nasional periode sebelumnya. Evaluasi ini tidak hanya menyoroti capaian, tetapi juga mengidentifikasi tantangan serta masukan untuk perbaikan di periode kepengurusan berikutnya. Proses ini menjadi penting untuk menjaga kontinuitas gerakan, serta memastikan keberlanjutan program dan kebijakan sosial yang telah dijalankan.
Pemilihan Koordinator Nasional dan Pengurus Inti FORNASOSMAS 2025
Momen paling krusial dalam forum ini adalah pemilihan Koordinator Nasional (Kornas) FORNASOSMAS BEM Se-Indonesia 2025. Setelah melalui proses musyawarah yang demokratis dan partisipatif, Universitas Sriwijaya secara sah terpilih sebagai Koordinator Nasional. Mandat ini menegaskan kepercayaan forum kepada Universitas Sriwijaya untuk memimpin arah strategis gerakan sosial mahasiswa di tingkat nasional selama satu tahun ke depan.
Tak hanya memilih Kornas, forum juga menetapkan struktur pengurus inti nasional, yang terdiri dari:
- Sekretaris Nasional
- Bendahara Nasional
- Koordinator Media Nasional
- Koordinator Diplomasi dan Relasi
- Koordinator Isu Sosial dan Kemanusiaan
- Koordinator Kemasyarakatan
- Koordinator Lingkungan Hidup
- Koordinator Pendidikan
Struktur ini dibentuk untuk memperkuat sistem kerja nasional yang lebih sistematis, representatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial secara lintas sektor dan wilayah.
Sumber : Dokumentasi pribadi
Penetapan Tuan Rumah Mukernas 2026: POLTEKSOS Bandung
Selain itu, forum ini juga menetapkan tuan rumah Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) FORNASOSMAS 2026, yang secara resmi dipercayakan kepada POLTEKSOS Bandung. Penunjukan ini menjadi langkah penting dalam memperluas peran dan partisipasi kampus vokasi dalam gerakan sosial mahasiswa. Diharapkan Mukernas 2026 dapat menjadi ruang pematangan program kerja nasional, monitoring wilayah, serta evaluasi kinerja seluruh pengurus.
BEM Universitas Airlangga Menjadi Koordinator Wilayah 7
Prestasi membanggakan datang dari BEM Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Kementerian Pengabdian Masyarakat yang secara resmi terpilih sebagai Koordinator Wilayah 7 FORNASOSMAS. Wilayah ini mencakup cakupan geografis strategis yakni Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua. Peran sebagai koordinator wilayah ini mengamanahkan UNAIR untuk memperkuat jaringan sosial masyarakat di wilayah timur Indonesia, meningkatkan sinergi program antar kampus, serta menginisiasi advokasi terhadap isu-isu lokal yang selama ini kurang mendapat sorotan di tingkat nasional.
Pelantikan Pengurus Inti dan Pengurus Daerah
FORNASOSMAS 2025 ditutup dengan seremoni pelantikan pengurus inti nasional dan pengurus daerah dari seluruh wilayah FORNASOSMAS BEM Se-Indonesia. Prosesi ini menjadi simbol awal dari dimulainya gerakan baru dengan semangat yang diperbarui, serta mempertegas komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan amanah gerakan sosial mahasiswa untuk satu tahun ke depan. Pelantikan ini diwarnai dengan ikrar kolektif untuk menjaga integritas, keberlanjutan gerakan, serta memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat akar rumput. Dengan semangat solidaritas dan pengabdian, seluruh pengurus berkomitmen untuk menjadikan FORNASOSMAS sebagai wadah transformasi sosial dari kampus untuk Indonesia.
FORNASOSMAS 2025 telah meneguhkan arah baru bagi gerakan sosial mahasiswa Indonesia. Lebih dari sekadar forum, ia adalah cermin dari kekuatan kolektif mahasiswa dalam membaca zaman, merespon realitas, dan berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang adil, lestari, dan berdaya.